Friday, July 14, 2017
Wednesday, June 7, 2017
One Sweet Love - Web Series
A sweet love isn't the one with the-always-sweet storylines. But how to appreciate every journey two souls walk on together.
Shandy Koo Production presents:
'One Sweet Love'
A web series that will make you understand what sweet love really is in the real life.
Watch it now!
Episode 1
Episode 2
Episode 3
Episode 4
Episode 5
Tuesday, November 1, 2016
Shine, but Hide.
Do you know how it feels to see
people smiling?
You're a human and you ever felt happiness.
Do you know how it feels to be given something you really need by somebody?
As a human, you must have experienced that, too.
You're so happy finding somebody who appears like an angel
Smiling at you, changing your life.
Hence, you swear to yourself you want to repay them someday
So someday is like this:
You imagine it were the moment when you have everything more
then they ever gave to you
Giving them something they really need that day
However, friend,
Things don't just happen as we imagine
Like seasons, situations change
The thing you prepare to give somebody might not be the thing
they need anymore someday
Thereupon,
From the things above,
Let's be somebody who shine
yet hide
Shine, that you emit people the light they need for life
That you help them by the extension of your hands
Secretly, with nobody knows
Make people smile
Make them laugh
Without leaving any guilt in their hearts
So shine,
But at the same time, hide.
- Amelita Yonathan -
Sunday, March 27, 2016
100 Things You Should Think About and Write
100
things you should think about and write.
The pain hurted
The lullaby made me
calm
The sound of air
conditioner kept on whispering me something I could never understand
The tears rolling down
my cheeks
That lump in my
throat
Holding back tears
And then He came
In a form of
brightest light I’ve never seen before
Touching my eyes
And it is closed for
a while
It’s dark
And I realized, I had
enough lighting as I knew it is hard to live in darkness
What about those who
didn’t have electricity in their houses?
And then He grabbed
my hands
We walked together,
and then He stopped in front of a door I had never seen before
It’s a magic door, I
knew, but more magical than the ones in cartoons
We got in, he asked
me to close my eyes
I suddenly felt like
losing my balance
“No gravitation here,
Dad?” I said
He was looking at
me, deeply that I could feel what He meant without He needed to say
“Ya, it’s much worse
Dad. I couldn’t even feel anything here. I’m all messed up. Could we go back?”
“We will get away
from here, my dear daughter. But I have some more places. Come with me ok?”?
His gaze that showed
me His pure love made me not able to deny it.
And then we moved to
a place when war was about to begin
Every soldier was
getting ready with their weapons
Some of them looked
so tense
“Dad? What do you
mean with this?”
And then he answered
“What did you just listen to, before I bring you here?”
“Lullaby?”
“Yes sure. And
listening to lullaby made you feel better and calmer, right? See, they don’t
even have time to listen to any kind of music. They are all tense, worried.
Their lives are just at stake. They might be thinking what will happen to their
families if they died in that war.”
I was sadly in
tears.
“It’s okay dear. You
just need to learn.”
“Dad. Where are we
going after this?”
“Just see. Let’s go
to that magical door again.”
Tick. We moved to a
new place for a second.
“Where is it Dad? It’s
so hot here.”
“Death Valley. It’s
the hottest place in the world.”
“Dad.. I even always
complain, I thought Indonesia was so horrible I can’t stay without any air
conditioner. But here..”
“Ok let’s go back
home.” He said
“But Dad.. I haven’t
even finish ta….”
Bump! Dad and I were
suddenly in our home.
“My Daughter.. I
wanna tell you something. But before that, I want to ask you, after all the
places I have brought you to. Do you got any idea? What’s your thought?”
“Dad.. Thank you. Just….
Thank you for everything.”
And then I
continue..
“When I am about to
complain my air conditioner was broken and he temperature in Indonesia feels so
hot… I now know that there is even a place, or maybe places.. that are much
hotter.”
“When I am about to
feel tense, worried of so many things in life.. That armies on the war must be
more tense, more worried than I usually was.”
“When I feel like
everything is so messed up.. And I feel so sad somehow… I realize that I should’ve
been thankful for I am able to feel. For gravity that exists on Earth that
keeps everything stays in place.”
Sometimes we focus
on things that made us broken, sad, worried
But let’s close our
eyes
Let’s mention 100
things we can be thankful for, randomly as it comes across our minds
God that is always
there.. (1)
Family… (2)
The Sun… (3)
The moon and the
stars.. (4)
The air to breathe…
(5)
Health…. (6)
Even pain.. (think
about those who are anesthetized) (7)
Food to eat… (8)
Beverages to drink…
(9)
Electricity.. (10)
All part of your
body…. (11)
Gadgets that you are
able to purchase… (12)
Friends… (13)
Let’s complete 87
more things you can thank God for, and I believe it will be a magic that it’s
actually gonna be more than 100 things coming to your mind.
Be grateful
Of anything
Really anything
Why focusing on
small, little things we don’t have
Instead of thanking
God for so many things we have?
- Amelita Yonathan -
Monday, January 4, 2016
Apa Yang Kita Punya Juga Seru!
APA YANG KITA PUNYA JUGA SERU!
Ditulis oleh: Elizabeth Amelita Yonathan
“GILA TUH ANAK! BLAGU BENER! GUE TAU KELES KALO DIA ANAK ORANG
KAYA, EMANG SALAH GUE DARI AWAL TEMENIN DIA. SALAH GUE ANGGEP DIA TEMEN BAIK
GUE!” teriak Keyla marah-marah.
“Duh Key, lo tuh kenapa sih pagi-pagi udah marah-marah gitu?” tanya
Tata
“Ya ampun Ta.. Urusin noh temen lo Faitha!” kata-kata Keyla kepada
Tata masih dengan penuh emosi
Tata pun bingung harus menjawab apa. Di situasi kayak gini,
biasanya sulit sekali untuk membuat amarah Keyla reda. Sedangkan kalau tidak
dibuat reda, curcolannya Keyla yang penuh emosi, ditambah dengan ‘speed’ gaya
ngomongnya Keyla yang bagaikan kecepatan cheetah itu akan
membuat Tata malah semakin pusing. Bukannya bisa membantu mencarikan solusi
untuk Keyla, nanti Tata bisa mumet terus keikutan stress kan berabe juga.
Tiba-tiba, Tata punya ide cemerlang.
“Udah Key tenang tenang, mending lo tarik napas dulu, ‘inhale
exhale’ Key kalo bahasa kerennya anak2 kece social media!” kata Tata sambil
memeragakan gaya ‘inhale exhale’ ala Tata
“Terus lo piker abis ini gue ga kesel Ta? Biarpun udah ga kesel
tapi tetep aja sebel. Huh.” Celoteh Keyla manja.
Ya, meskipun mereka sama-sama cewek dan meskipun mereka normal
masih suka sama lawan jenis, tapi Keyla cenderung manja sama Tata. Mungkin ada
hubungannya dengan status Keyla sebagai anak bungsu di keluarga dengan status
Tata sebagai anak sulung di keluarga. Ya, bisa jadi.
“Udah-udah, ni gue abis belanja, ada beberapa snack favorit lo juga
gue beliin.” kata Tata sambil menyodorkan kantong plastic belanjaan ‘Sevel’nya
“Ahh Tata.. Lo paling tau deh sama kesukaan sahabat lo ini. Hehehe.
Kalo kayak gini kan, gue jadi seneng. Bodo amat dulu deh sama si Faitha yang
bak lagi PMS itu.” kata Keyla sedikit puitis.
“Yaa gatau sih Key gue kesambet apa sampe lebih banyakan beli
snack-snack favorit lo disbanding favoritnya gue. Mungkin tadi pas belanja, ada
malaikat yang bisikin gue kali ya kalo sahabat gue yang satu ini lagi ngambek.”
lirik Tata jahil ke Keyla
“Yaudah deh gausah bawel ya sayang, gue kata ambil satu aja
kok. Pocky Green Tea yah.” kata Keyla kegirangan.
“Inget diet Key.” Kata Tata jail
“Tenang, Ta. Ini exception kok. Kalo lagi stress kan orang butuh
cemilan. Makanya kata ‘stressed’ kalo dibalik jadi ‘desserts’ kan.”
Dasar Keyla, kalo excuse buat diet selalu adaaa aja kata-katanya.
Gumam Tata.
Beberapa saat kemudian, Keyla dan Tata duduk di bangku favorit nya
geng KFT (Keyla, Faith, Tata) di taman. Keyla dan Tata mulai ngobrol ngalor
ngidul, mulai dari ceritain boyband Infinite kesukaan mereka, sampai ngomongin
tentang anak baru yang bernama Bruno Earth yang tampak kebule-bulean itu.
Menyadari mood Keyla yang udah 100% baik (Tata paling tahu benar
soal mood Keyla, secara mereka sudah sahabatan sejak kecil.), Tata mulai
membuka pembicaaan.
“Key..” panggil Tata ke Keyla, di tengah-tengah obrolan dan gossip
dari mereka berdua
“Iya Ta?” sahut Keyla dengan muka bingung
“Kok daritadi Faitha ga keliatan ya?” lanjut Keyla
Raut wajah Keyla mulai berubah, bukan emosi sih, tapi Keyla
terlihat malas untuk membicarakan Keyla dan mengingat kejadian tadi paginya
dengan Tata.
Tata pun sadar akan hal itu.
“Key, biar gimanapun kan, KFT bukan cuma lo sama gue doang. Ada
Faitha. Faitha juga sahabat kita loh Key. Jangan sampe kalo ada masalah di
antara kita, didiemin aja. Kita kan sahabatan bertiga, gue juga harus tau. Kita
juga harus sama-sama nemuin solusinya. Biar ga ada salah paham.” kata Tata
“Iya deh Tata emang paling bijak kalo urusan ginian..” kata Keyla.
“Oke deh. Jadi gini loh Ta….. Sebenernya tadi ya gitu, tadi kan gue
lagi ngomong sama si Keyla soal rencana liburan kita abis kelar skripsi loh Ta.
Kan kebetulan pagi2 gue pas-pasan ketemu sama si Keyla duluan tuh di depan
gerbang. Terus sempet debat gitu deh, gue kasih tau bahasan kita di tempat les
kemarin. Soal info-info yang kita dapetin buat liburan ke Thailand sama
Singapur.” Celoteh Keyla
“Ohh.. Terus kenapa Key emangnya?” Tanya Tata
“Ya tiba-tiba si Faitha langsung nyeletuk gitu Ta. Padahal gue
belom kelar jelasin. Dan gaya ngomongnya itu lohh.” cerita Keyla dengan nada
sebel lagi.
“Iya aduh Key ceritanya dikelarin dulu, jangan sebel-sebelan mulu
kan gue jadi bingung.” kata Tata gregetan.
“Intinya gini Ta, si Faitha langsung bilang gitu… Gini nih gayanya
(sambil peragain nada suara Faitha) “Duuh Key, Thailand? Singapur? Serius deh
gue udah bosen banget. Yang lain aja kek, Korea Kek, Eropa kek gitu? Emang
seriusan ga ada ide lain Key?” Bayangin Ta bayangin, blagu banget gak sih
bilang kayak gitu? Ya gue tau lah dia udah pernah ke semua tempat itu, tapi kan
dia ga mikir apa, ga semua orang kan setajir dia, lah kita aja masih ada yang
belom pernah ke Thailand kan. Ke Singapur juga baru ke beberapa tempat. Duh..
Sebel pokoknya.” kata Keyla dramatis.
“Hmm.. Emang nada ngomongnya si Faitha nyebelin dan keliatan
sombong gitu Key?” Tanya Tata dengan nada tenang seperti biasanya.
“Umm.. Kalo dipikir-pikir, nggak juga sih Ta. Dia emang bilang
bosen sih. Ya sejujurnya ga selebay cerita gue juga gaya ngomongnya dia. Tapi
gue mikir aja, ga seharusnya dia bilang gitu kan? Ato gue yang baperan sih?”
kata Keyla dengan raut wajah gusar, di dalam hatinya, dia takut dia yang
berlebihan menangkap kata-kata dan reaksi Faitha tadi pagi.
“Yaudah Key, pokoknya, asumsi itu ga baik. Nanti pas pulang sekolah
kita ada jadwal ke Central Park, lo maish inget kan? Mau cobain ke Excelso yang
baru buka di sana tuh, katanya bisa dapet diskon sampe 100% Key.” kata Tata.
“Oke deh. Inget dong! Siap bos! See you tonight, bebs!” kata Keyla
semangat.
Akhirnya malam hari pun tiba. Seperti biasa, apapun yang telah
terjadi di antara ketiga sahabat itu, mereka tetap sangat excited untuk
menghabiskan waktu bersama, dan cenderung tidak ada satupun yang telat. Oleh
karena itu sesuai dengan janji mereka, mereka bertiga bertemu tepat pukul 7
malam di Central Park, di depan Excelso.
Singkat cerita, mereka sudah mendapatkan tempat duduk dan kemudian
telah selesai memesan minuman dan makanan.
“Faith, liat ga sih, waiter yang tadi kasih voucher diskon 100% ke
kita, ups, maksudnya, ke lo?” kata Tata
“Iya, kenapa emangnya Ta?” Tanya Faitha polos
“Yaampun Faith, lo bisa peka dikit ga sih, itu dia modus tauu. Bisa
aja dia sengaja kasih voucher diskon itu biar dia bisa masukin data lo terus
besokannya dia bakal contact lo deh!” celetuk Keyla seperti biasanya, selalu
paling comel di antara mereka bertiga.
Tanpa Keyla sadari, kebersamaan mereka bertiga hampir membuat Keyla
lupa akan ketidaksukaannya terhadap kata-kata dan sikap Faitha tadi pagi.
Kemudian tiba-tiba, Faitha membuka topic baru di sela-sela
pembicaraan mereka tentang banyak hal random yang terjadi lebih dari sejam
sejak mereka tiba di Excelso.
“Key?” panggil Faitha ke Keyla
“Iya Faith, kenapa?” tanya Keyla bingung
“Lo kenapa sih tadi pagi? Gue sedih tau, kepikiran banget sama
reaksi lo tadi pagi. Gue sampe sedih sampe telfon ke nyokap pas gue ke wc.”
kata-kata yang seharian menjadi pikiran di benak Faitha itu akhirnya keluar
dari mulut Faitha.
“Nah kan kan, ni dua bocah, sama-sama baperan. Tuh Key, giliran lo
jelasin apa yang lo ceritain ke gue tadi pagi.” kata Tata dengan tenang.
“Faitha lo nyebelin tau gak sih tadi pagi. Kayak org PMS tau gak.
Gue kan cuma kasih tau ide gue sama Tata soal liburan ke Thailand sm Singapura.
Lo jawabnya sombong banget gitu bilang udah bosen sama semuanya. Seolah-olah
bagi lo itu boseeenn banget. Padahal bagi gue sama Tata kan belom tentu Key.”
Kata Keyla, kali ini tidak dengan nada emosi tapi bete.
“Hihihi. Iya sih Ta, gue lagi PMS. Hahaha. Oke serius. Tapi serius
deh Key, gue tuh tadi perasaan gapake nama belagu ato emosi loh, gue bilang
kan, kalo lo minta pendapat gue, gue bakal berasa bosen banget ke 2 negara itu?
Abis itu gue bilang tapi terserah keputusan terbanyak. Kalo kalian berdua
maunya ke antara dua itu, ya gue ngikut.” Faitha menjelaskan.
“Oh.. Hmm sori deh Faith, sebenernya gue juga lagi dapet….” kata
Keyla
“Hahahahahaha apaan sih!” mereka bertiga serempak tertawa.
“Oke lanjut ya.. ya gitu deh Faith, mungkin gue berlebihan. Maaf
ya, tapi gue beneran kira lo sombong gitu mentang-mentang udah pernah hampir
kemana aja di belahan dunia ini.” kata Keyla, mulai lebay.
“Duh kalian yaa.. Lain kali mending gue kandangin deh satu-satu
kalo lagi PMS. Ruwet dua-duanya sama-sama baperan.. Anyway yang penting udah
clear ya, dan mumpung sekarang kita lagi ketemu, mending bahas yuk jadinya mau
ke mana kita liburan nanti, biar bisa mulai planning dari sekarang n dapet
tiket murah.” kata Tata
“Jadinya kemana ya? Coba deh kita list! Masing-masing kasih dua
suggestion ya!” Kata Faitha semangat.
“Oke seperti biasa, Tata catet yah. Catetan Tata kan paling rapi. Hehehe.”
Kata Keyla
“Yayaya, paling bisa yaa kalian berdua. Oke jadi apa aja nih
listnya? Kalo dari gue, Thailand sama Hongkong gue pingin.” Sahut Tata
“Yah Ta, tapi gue kan udah 2 kali ke Thailand, udah 5 kali pula ke
Hongkong. Secara, keluarga besar gue banyak banget yang di Hongkong.” Kata
Faitha
“Oke kan gapapa di list dulu, Faith. Giliran gue ya, kalo gue
pingin ke Belanda sama Korea.” kata Keyla
“Kalo gue, ke US! Terus ke Singapura deh. Belom pernah.” sahut Tata
“Tapi, kakak gue si Widjaja kan kuliah di US Ta. Bosen banget gue
ke US terus.” Kata Keyla
“Duuh,. Kayaknya bakalan ruwet banget nih rencana liburan kita, mau
nentuin negara mana aja lama banget. Hmm.” Keluh Tata sambil memainkan pennya
di atas note kecilnya.
“Permisi Kak. Maaf pesanan kakak datang agak lambat. Tadi ada
kesalahan antar order. Sebagai permintaan maaf, ini ada snack dari kami. Dan
ini juga ada majalah yang bisa kakak-kakak baca sambil menunggu ordernya. Maaf
banget ya Kak atas kesalahan kami.” kata mas-mas waiter berinisial PW yang tadi
memberikan voucher diskon 100% ke mereka (lebih tepatnya, ke Faitha).
Setelah mas waiter tersebut pergi…
“Yaampun Faith! Lo liat ga sih, senyumnya mas-mas itu? Manis
bangettt. Dan liat deh, cara dia natap lo! Yaampun gue sih kalo jadi lo melting
banget pasti. Kayaknya dia naksir lo deh, Faith. Udah ganteng, wangi, senyumnya
manis. Pacarin Faith pacarin!” kata Keyla dengan bawelnya.
“Aduh udah-udah, cape gue denger omongan lo yang lebay!” kata
Faitha sinis.
“Eh iya, ini majalah apa sih? Liburan? Sejak kapan ada majalah
judulnya liburan?” gumam Tata
“Coba buka aja Ta, mungkin bisa kasih kita inspirasi tentang
liburan.” Saran Faitha.
Tata pun kemudian membalik cover dan melihat tulisan besar di
halaman pertama majalah tersebut. Tulisan besar yang tertera adalah “Liburan
seru? Pilih Indonesia Dong!”
Tata pun membuka lagi halaman-halaman selanjutnya yang menjelaskan
penjelasan dari halaman tersebut. Ternyata, Tata mendapati 10 list tempat
liburan di Indonesia yang gak kalah bagusnya dari diluar negeri.
Topik dari list tersebut adalah:
1. CUKANG TANEUH SAUDARA KEMBAR GRAND CANYON COLORADO
2. SUNGAI MARON TAK KALAH CANTIK DARI SUNGAI AMAZON
3. ADA GURUN SAHARA DI YOGYAKARTA
4. RAJA AMPAT YANG SERASA DI PHI PHI ISLAND
5. JEMBATAN SOGE PACITAN ALA SYDNEY HARBOUR BRIDGE
6. PATUNG MEGALITIKUM LORE LINDU, SULAWESI TENGAH YANG MIRIP DENGAN
PATUNG BATU PULAU PASKAH
7. MONUMEN SIMPANG LIMA GUMUL, KEDIRI RASA ARC DE TRIOMPHE, PARIS
8. PIRAMIDA MAYA CHICHEN ITZA “PINDAH” KE JAWA TENGAH
9. PATUNG BUDDHA DI MOJOKERTO MIRIP DENGAN PATUNG BUDDHA TIDUR DI
WAT PHO, THAILAND
10. MERASAKAN SENSASI LAGUNA MALADEWA DI PANTAI ORA, MALUKU
Kemudian, dengan antusias Tata langsung menunjukkannya kepada Keyla
dan Faitha. Keyla dan Faitha pun terbelalak karena selama ini, tidak pernah
kepikiran bagi mereka bahwa ada tempat-tempat di Indonesia yang gak kalah
bagusnya dari di luar negeri.
“Gila ya, budaya xenosentrisme kita kentel banget. Kita sampe gatau
akan indahnya negeri sendiri.” kata Faitha bergumam.”
“Iya.” kata Keyla setuju.
Sejak itu, mereka menyadari, bahwa penting sekali untuk kita bisa
menghargai apa yang kita miliki. Sama halnya dengan menghargai tanah air kita
sendiri, Indonesia kita tercinta.
“Liburan seru?” kata Tata
“Pilih Indonesia dong!” kata mereka bertiga, serempak.
(Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Writing Project #Jalan2INDONESIA yang
diselenggarakan Nulisbuku.com, Storial.co, dan Walk Indies.)
- Amelita Yonathan -
Subscribe to:
Posts (Atom)


